Manajemen Keperawatan: Manajemen Konflik

PENDAHULUAN

Setiap kelompok dalam satu organisasi, dimana didalamnya terjadi interaksi antara satu dengan lainnya, memiliki kecenderungan timbulnya konflik. Dalam institusi layanan kesehatan terjadi kelompok interaksi, baik antara kelompok staf dengan staf, staf dengan pasen, staf dengan keluarga dan pengunjung, staf dengan dokter, maupun dengan lainnya yang mana situasi tersebut seringkali dapat memicu terjadinya konflik. Konflik sangat erat kaitannya dengan perasaan manusia, termasuk perasaan diabaikan, disepelekan, tidak dihargai, ditinggalkan, dan juga perasaan jengkel karena kelebihan beban kerja. Perasaan-perasaan tersebut sewaktu-waktu dapat memicu timbulnya kemarahan. Keadaan tersebut akan mempengaruhi seseorang dalam melaksanakan kegiatannya secara langsung, dan dapat menurunkan produktivitas kerja organisasi secara tidak langsung dengan melakukan banyak kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja. Dalam suatu organisasi, kecenderungan terjadinya konflik, dapat disebabkan oleh suatu perubahan secara tiba-tiba, antara lain: kemajuan teknologi baru, persaingan ketat, perbedaan kebudayaan dan sistem nilai, serta berbagai macam kepribadian individu. Baca lebih lanjut

Iklan

QUIS PRA UTS MANAJEMEN KEPERAWATAN

Berikut adalah tugas individu untuk mata kuliah manajemen keperawatan untuk mahasiswa S1 keperawatan di STIKes Bina Generasi semester 6.

Mohon baca ketentuan menjawab sebelum menjabab soal ini!!!

Perawat merupakan tenaga kesehatan yang berada pada posisi ujung tombak pelayanan kesehatan dan merupakan komposisi yang cukup besar sebanyak 40 persen dari semua kategori tenaga kesehatan. Dibandingkan dengan tenaga kesehatan lain, perawat mempunyai kesempatan paling banyak kontak langsung dengan pasien. Dalam pelaksanaan peran dan fungsinya seringkali perawat tidak bisa optimal. Maka dibutuhkan metode-metode manajemen keperawatan yang tepat dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan pada klien.

Setelah minggu kemarin belajar beberapa metode dalam pelaksanaan asuhan keperawatan di rumah sakit, berikut adalah salah satu contoh metode yang tepat digunakan pada ruangan perawatan apabila dalam ruangan tersebut terdapat 4 Perawat berlatar pendidikan S1 termasuk kepala ruangan, 7 perawat berpendidikan D3 keperawatan, dan 2 orang pegawai administrasi dan 1 oang petugas kebersihan berpendidikan sederajat sma.

Ruangan perawatan tersebut memiliki kapasitas tempat tidur 20 dengan jumlah pasien yang rata-rata setiap harinya mengisi 90% tempat tidur yang tersedia, ruangan ini hanya digunakan untuk pasien dengan kondisi tertentu yaitu pasien post operasi/bedah ringan. Rata-rata pasien datang dalam keadaan umum penurunan kesadaran akibat anestesi namun dalam beberapa hari pasien dengan KU baik sudah boleh pulang untuk perawatan jalan saja.

Karena merupakan rumah sakit swasta maka Kelengkapan alat dan barang habis pakai di ruangan ini sudah mencukupi dengan kondisi ruangan yang cukup bersih dan tenang, akan tetapi ruangan ini belum di dukung dengan ruang pertemuan/konfrensi untuk perawat.

Pertanyaannya:

1. Metode apakah yang paling cocok dan ideal untuk digunakan pada ruangan tersebut?

2. Berikan penjelasan alasannya anda memilih metode tersebut secara lengkap dan jelas?

3. Apa keuntungan dan kerugian dari metode tersebut?

Ketentuan Menjawab:

1. Jawab langsung Pada kolom komentar

2. Masukan NAMA dan NPM sebelum menjawab

3. setiap siswa hanya satukali menjawab, dan minimal panjang jawaban 10 baris atau 100 kata

4. Jawaban merupakan nilai tugas individu dan diterima paling lambat 30 April 2010 pukul 24.00

5. Jawaban tidak boleh copy paste dari jawaban sebelumnya.

6. Yang tidak menjawab quiz pra UTS ini tidak di perkenankan mengikuti UTS.


QUIZ DITUTUP !!!

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN STROKE

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN STROKE

“(link download dalam format word.doc di bagian bawah)”

  1. DEFINISI

Stroke adalah kehilangan fungsi otak secara mendadak yang diakibatkan oleh gangguan supalai darah ke bagian otak. (Brunner & Sudarth, 2000)

Stroke adalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh berhentinya supalai darah kebagian otak. (Brunner & Sudarth, 2002)

Stroke adalah cedera otak yang berkaitan dengan obstruksi aliran darah otak. (Elizabeth J. Corwin, 2002)

Stroke adalah sindrom klinis yang awal timbulnya mendadak, progresif, cepat berupa defisit neurologis vokal atau global yang berlangsung 24 jam atau lebih atau langsung menimbulkan kematian. Semata-mata disebabkan oleh peredaran darah otak non traumatik. (Mansjoer A. Dkk)

Stroke adalah defisit neurologis yang mempunyai awitan mendadak atau berlangsung 24 jam sebagai akibat dari cerebrovaskular desease (CVD) atau penyakit cerebrovaskular. (Hudak and Gallo)

Stroke merupakan manifestasi neurologis yang umum yang timbul secara mendadak sebagai akibat adanya gangguan suplai darah ke otak. (Depkes RI 1996)

Timbulnya lesi iskemik atau lesi perdarahan didalam pembuluh darah intrakanial. Brenda Walters Holloway

Stroke adalah manifestasi klinik dari gangguan fungsi serebral baik lokal maupun menyeluruh. (WHO dikutip Harsono)

Stroke/penyakit serebrovaskuler menunjukan adanya beberapa kelainan otak baik secara fungsional maupun struktural yang disebabkan oleh keadaan patologis dari pembuluh darah serebral atau dari seluruh sistem pembuluh darah otak. (Marilyn E. Doenges)

Stroke atau serebrovaskuler accident adalah gangguan suplai darah normal ke otak yang sering terjadi dengan tiba-tiba dan menyebabkan fatal neurologik deficit. (Igrativicius, 1995) Baca Selengkapnya…