Manajemen Keperawatan: Manajemen Konflik

PENDAHULUAN

Setiap kelompok dalam satu organisasi, dimana didalamnya terjadi interaksi antara satu dengan lainnya, memiliki kecenderungan timbulnya konflik. Dalam institusi layanan kesehatan terjadi kelompok interaksi, baik antara kelompok staf dengan staf, staf dengan pasen, staf dengan keluarga dan pengunjung, staf dengan dokter, maupun dengan lainnya yang mana situasi tersebut seringkali dapat memicu terjadinya konflik. Konflik sangat erat kaitannya dengan perasaan manusia, termasuk perasaan diabaikan, disepelekan, tidak dihargai, ditinggalkan, dan juga perasaan jengkel karena kelebihan beban kerja. Perasaan-perasaan tersebut sewaktu-waktu dapat memicu timbulnya kemarahan. Keadaan tersebut akan mempengaruhi seseorang dalam melaksanakan kegiatannya secara langsung, dan dapat menurunkan produktivitas kerja organisasi secara tidak langsung dengan melakukan banyak kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja. Dalam suatu organisasi, kecenderungan terjadinya konflik, dapat disebabkan oleh suatu perubahan secara tiba-tiba, antara lain: kemajuan teknologi baru, persaingan ketat, perbedaan kebudayaan dan sistem nilai, serta berbagai macam kepribadian individu. Baca lebih lanjut

Manajemen Nyeri (disertai Tips Mengatasi Nyeri)

Keluhan nyeri merupakan keluahan yang paling umum kita temukan/dapatkan ketika kita sedang melakukan tugas kita sebagai bagian dari tim kesehatan, baik itu di tataran pelayanan rawat jalan maupun rawat inap, yang karena seringnya keluhan itu kita temukan kadang kala kita sering menganggap hal itu sebagai hal yang biasa sehingga perhatian yang kita berikan tidak cukup memberikan hasil yang memuaskan di mata pasien. Nyeri sesunggguhnya tidak hanya melibatkan persepsi dari suatu sensasi, tetapi berkaitan juga dengan respon fisiologis, psikologis, sosial, kognitif, emosi dan perilaku, sehingga dalam penangananyapun memerlukan perhatian yang serius dari semua unsur yang terlibat di dalam pelayanan kesehatan, untuk itu pemahaman tentang nyeri dan penanganannya sudah menjadi keharusan bagi setiap tenaga kesehatan, terutama perawat yang dalam rentang waktu 24 jam sehari berinteraksi dengan pasien. Baca lebih lanjut

Perawat dan Kesiapsiagaan Bencana

peristiwa Meletusnya Gunung Merapi dan Tsunami di Mentawai memang peristiwa bencana yang cukup hangat di ulas bahkan banyak posting di wordpress Indonesia yang membahas dan mengulas peristiwa ini sehingga semakin ramai dan semakin menaikan trafic kunjungan pembaca di blog yang mengulas peristiwaMeletusnya Gunung Merapi dan Tsunami di Mentawai.

Dari perspektif perblogan saja ternyata sudah bisa dilihat bahwa ternyata masyarakat kita baik di dunia nyata maupun di dunia maya masih sungguh reaktif terhadap fenomena bencana yang terjadi.

Reaktif yang dimaksud di sini adalah ternyata yang terekam kuat dalam memori kita adalah secepatnya kita berespon terhadap peristiwa bencana. Alias fase tanggap darurat.

Kalau dalam dunia nyata begitu ada bencana langsung serentak masyarakat berespon untuk segera ingin memberikan pertolongan secepat mungkin, bahkan mungkin ingin segera menunjukkan kepedulian dan pertolongan secepat mungkin. Baca lebih lanjut

PERAWAT KOMUNITAS SEBAGAI PERAWAT EDUKATOR DIABETES

Perawat memiliki peran kunci sebagai edukator dalam model PKPDM bagi lansia diabetisi (Diabetes Control and Complications Trial Research Group, 1993, 1995; Franz, Callahan, & Castle, 1994; Levetan, Salas, Wilets, & Zurnoff, 1995). Perawat edukator diabetes merupakan salah satu bidang spesialisasi keperawatan komunitas yang memiliki peran sebagai instruktur PKPDM. Tugas perawat edukator diabetes adalah (1) memberikan pendidikan kesehatan mengenai pengelolaan diabetes secara mandiri secara berkala, (2) intervensi perilaku, dan (3) konseling dan coaching pengelolaan diabetes secara mandiri (Mensing et al., 2007). Berdasarkan hal tersebut penulis memberikan batasan pengertian perawat komunitas sebagai perawat edukator diabetes, yaitu praktik profesi sebagai sintesis dari ilmu keperawatan, kesehatan masyarakat (Hitchcock, Schubert & Thomas, 1999), dan sosial (Helvie, 1998; Ervin, 2002) yang diterapkan untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan diabetisi secara menyeluruh (Helvie, 1998; Ervin, 2002).
Baca lebih lanjut

QUIS PRA UTS MANAJEMEN KEPERAWATAN

Berikut adalah tugas individu untuk mata kuliah manajemen keperawatan untuk mahasiswa S1 keperawatan di STIKes Bina Generasi semester 6.

Mohon baca ketentuan menjawab sebelum menjabab soal ini!!!

Perawat merupakan tenaga kesehatan yang berada pada posisi ujung tombak pelayanan kesehatan dan merupakan komposisi yang cukup besar sebanyak 40 persen dari semua kategori tenaga kesehatan. Dibandingkan dengan tenaga kesehatan lain, perawat mempunyai kesempatan paling banyak kontak langsung dengan pasien. Dalam pelaksanaan peran dan fungsinya seringkali perawat tidak bisa optimal. Maka dibutuhkan metode-metode manajemen keperawatan yang tepat dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan pada klien.

Setelah minggu kemarin belajar beberapa metode dalam pelaksanaan asuhan keperawatan di rumah sakit, berikut adalah salah satu contoh metode yang tepat digunakan pada ruangan perawatan apabila dalam ruangan tersebut terdapat 4 Perawat berlatar pendidikan S1 termasuk kepala ruangan, 7 perawat berpendidikan D3 keperawatan, dan 2 orang pegawai administrasi dan 1 oang petugas kebersihan berpendidikan sederajat sma.

Ruangan perawatan tersebut memiliki kapasitas tempat tidur 20 dengan jumlah pasien yang rata-rata setiap harinya mengisi 90% tempat tidur yang tersedia, ruangan ini hanya digunakan untuk pasien dengan kondisi tertentu yaitu pasien post operasi/bedah ringan. Rata-rata pasien datang dalam keadaan umum penurunan kesadaran akibat anestesi namun dalam beberapa hari pasien dengan KU baik sudah boleh pulang untuk perawatan jalan saja.

Karena merupakan rumah sakit swasta maka Kelengkapan alat dan barang habis pakai di ruangan ini sudah mencukupi dengan kondisi ruangan yang cukup bersih dan tenang, akan tetapi ruangan ini belum di dukung dengan ruang pertemuan/konfrensi untuk perawat.

Pertanyaannya:

1. Metode apakah yang paling cocok dan ideal untuk digunakan pada ruangan tersebut?

2. Berikan penjelasan alasannya anda memilih metode tersebut secara lengkap dan jelas?

3. Apa keuntungan dan kerugian dari metode tersebut?

Ketentuan Menjawab:

1. Jawab langsung Pada kolom komentar

2. Masukan NAMA dan NPM sebelum menjawab

3. setiap siswa hanya satukali menjawab, dan minimal panjang jawaban 10 baris atau 100 kata

4. Jawaban merupakan nilai tugas individu dan diterima paling lambat 30 April 2010 pukul 24.00

5. Jawaban tidak boleh copy paste dari jawaban sebelumnya.

6. Yang tidak menjawab quiz pra UTS ini tidak di perkenankan mengikuti UTS.


QUIZ DITUTUP !!!