Manajemen Keperawatan: Manajemen Konflik

PENDAHULUAN

Setiap kelompok dalam satu organisasi, dimana didalamnya terjadi interaksi antara satu dengan lainnya, memiliki kecenderungan timbulnya konflik. Dalam institusi layanan kesehatan terjadi kelompok interaksi, baik antara kelompok staf dengan staf, staf dengan pasen, staf dengan keluarga dan pengunjung, staf dengan dokter, maupun dengan lainnya yang mana situasi tersebut seringkali dapat memicu terjadinya konflik. Konflik sangat erat kaitannya dengan perasaan manusia, termasuk perasaan diabaikan, disepelekan, tidak dihargai, ditinggalkan, dan juga perasaan jengkel karena kelebihan beban kerja. Perasaan-perasaan tersebut sewaktu-waktu dapat memicu timbulnya kemarahan. Keadaan tersebut akan mempengaruhi seseorang dalam melaksanakan kegiatannya secara langsung, dan dapat menurunkan produktivitas kerja organisasi secara tidak langsung dengan melakukan banyak kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja. Dalam suatu organisasi, kecenderungan terjadinya konflik, dapat disebabkan oleh suatu perubahan secara tiba-tiba, antara lain: kemajuan teknologi baru, persaingan ketat, perbedaan kebudayaan dan sistem nilai, serta berbagai macam kepribadian individu. Baca lebih lanjut

HARI PERAWAT SEDUNIA

Tema Hari Perawat Sedunia Tahun 2011 adalah “Closing the gap: Increasing access and equity“. Sebagaimana kita sadari bersama bahwa akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas masih menjadi problem di semua negara di dunia termasuk di Indonesia. Selain akses, persoalan keadilan yaitu pelayanan kesehatan yang cenderung diskriminatif juga menjadi hal yang sangat nyata dirasakan oleh masyarakat kita saat ini, khususnya bagi masyarakat yang berasal dari kelompok miskin. Indonesia masih sedang mencari formula yang tepat untuk mengatasi kedua problem kesehatan ini, baik dari sisi memperluas akses pelayanan kesehatan maupun dari aspek menjamin keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Perawat merupakan tenaga kesehatan dalam jumlah terbesar di Indonesia, yaitu hampir mencapai 60%. Dibandingkan dengan dokter, tenaga perawat merupakan tenaga kesehatan yang saat ini hampir terdistribusi secara merata di setiap desa di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Baca lebih lanjut

Teori keperawatan Menurut Jean Watson

MANUSIA sebagai FOKUS SENTRAL
Keperawatan sebagai sains tentang human care didasarkan pada asumsi bahwa human science and human care merupakan domain utama dan menyatukan tujuan keperawatan. Sebagai human science keperawatan berupaya mengintegrasikan pengetahuan empiris dengan estetia, humanities dan kiat/art (Watson,1985). Sebagai pengetahuan tentang human care fokusnya untuk mengembangkan pengetahuan yang menjadi inti keperawatan, seperti dinyatakan oleh Watson (1985) human care is the heart of nursing. Pandangan tentang keperawatan sebagai sains tentang human care adalah komprehensif. Ini termasuk pengembangan pengetahuan sebagai basis dalam area-area : Baca lebih lanjut

Panduan RJP Terbaru 2010 AHA: Dahulukan Kompresi Dada

The American Heart Association (AHA) mengeluarkan panduan untuk melakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru) terbaru. Rekomendasi terbaru menunjukkan bahwa penolong harus lebih berfokus pada kompresi dada ketimbang pernapasan buatan melalui mulut.

Panduan terdahulu (2005) menekankan pada penanganan “ABC” (Airway, Breathing, Chest Compression) yaitu dengan melakukan pemeriksaan jalan napas, melakukan pernapasan buatan melalui mulut, kemudian memulai kompresi dada. Panduan terbaru (2010) yang dikeluarkan oleh AHA lebih menekankan pada penanganan “CAB” (Chest Compression, Airway, Breathing) yaitu dengan terlebih dahulu melakukan kompresi dada, memeriksa jalan napas kemudian melakukan pernapasan buatan. Panduan ini juga mencatat bahwa pernapasan buatan melalui mulut boleh tidak dilakukan pada kekhawatiran terhadap orang asing dan kurangnya pelatihan formal. Sebenarnya, seluruh metode ini memiliki tujuan yang sama, yaitu membuat aliran darah dan oksigen tetap bersirkulasi secepat mungkin. Baca lebih lanjut

KDK: Konsep Dasar Keperawatan Gerontik

KONSEP DASAR KEPERAWATAN GERONTIK

PENGERTIAN
Ilmu + Keperawatan + Gerontik
•Ilmu : pengetahuan dan sesuatu yang dapat dipelajari
•Keperawatan : konsisten terhadap hasil lokakarya nasional keperawatan 1983
•Gerontik : gerontologi + geriatrik
•Gerontologi adalah cabang ilmu yang membahas/menangani tentang proses penuaan/masalah yang timbul pada orang yang berusia lanjut.
•Geriatrik berkaitan dengan penyakit atau kecacatan yang terjadi pada orang yang berusia lanjut.
•Keperawatan Gerontik : suatu bentuk pelayanan profesional yang didasarkan pada ilmu dan kiat/teknik keperawatan yang berbentuk bio-psiko-sosio-spritual dan kultural yang holistik, ditujukan pada klien lanjut usia, baik sehat maupun sakit pada tingkat individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.

Baca lebih lanjut

MAU DI BAWA KEMANA KEPERAWATAN???

PROSPEK LULUSAN PERAWAT (DIPLOMA III KEPERAWATAN & NERS) DI INDONESIA

Profesi perawat di Indonesia pada 10 tahun terakhir ini menjadi profesi yang menarik untuk disimak.

Fenomena pertama adalah semakin terbukanya kesempatan dan tawaran bekerja di Luar negeri (negara Timur Tengah dan Eropa).

Fenomena Kedua adalah semakin meningkatnya animo masyarakat menyekolahkan anaknya di Akademi keperawatan (AKPER).

Dan fenomena yang ketiga adalah semakin menjamurnya Pendidikan Keperawatan (setingkat Diploma III) di Indonesia.

Pertanyaan yang timbul adalah bagaimana prospek lulusannya, apakah mereka memang merupakan lulusan yang berkualitas dan siap bersaing untuk bekerja di Luar negeri. Hal ini didasarkan sangat sedikit sekali kesempatan untuk menjadi PNS dan keterbatasan Institusi untuk menerima para lulusan Perawat tersebut. Memang kalau kita membahas siapa yang salah, tidak akan pernah ada habisnya. Hal utama yang harus dipikirkan adalah bagaimana memberikan solusi terbaik, agar para lulusan perawat tersebut mempunyai prospek yang jelas di hari esok. Baca lebih lanjut

Keperawatan Gawat Darurat (EMERGENCY)

Gawat :

Kegawat Daruratan MDMC Suatu kondisi dimana korban harus segera ditolong apabila tidak segera di tolong akan mengalami kecacatan atau kematian.

Ex : gangguan pernafasan, gangguan sirkulasi, perdarahan hebat.

Darurat :

Suatu kondisi dimana korban harus segera di tolong tapi penundaan pertolongan tidak akan menyebabkan kematian / kecacatan.

Ex : Luka, Ca mamae, BPH, Fraktur tertutup

Gawat darurat medik :

Peristiwa yang menimpa seseorang dengan tiba-tiba yang dapat membahayakan jiwa, sehingga memerlukan tindakan medik dengan segera dan tepat. Baca lebih lanjut