menyikapi sebuah kritik…

Bersikap Tenang

Rasullulah SAW mengingatkan kepada kita :” Jangan marah. Jangan marah. Jangan marah. “(HR.Bukhari)

Marah dan reaktif yang tidak karuan berarti Jiwa kita telah dikuasai Egoisme alias ananiah. Semua masalah yang dilihat Hanya untuk kepentingan Pribadi dan bukan untuk Kebenaran. Cara berpikirnya sempit dan Cenderung meremehkan orang lain. Tak ada sikap arif sama sekali dalam hatinya. Ia tidak mampu Melihat Kebenaran karena telah tertutupi Kesombongan.

Kesombongan adalah menolak Kebenaran dan meremehkan sesama “(HR.Muslim).

Berpikir Positif

Kebanyakan orang memang lebih suka dipuji daripada dikritik. Pujian dan sanjungan terasa manis. Sedangkan kritik terasa pahit. Ia tidak sabar mendengar. Bahkan sebelum selesai yang mengkritik berbicara, ia sudah teriak duluan. Ia sibuk membela dirinya sendiri.”Ilmu lu itu seberapa sih? Tak seberapa dengan ilmu gua”.

Padahal, Kalau kritik itu kita sikapi dengan arif, maka akan menyehatkan Jiwa kita. Kita akan matang dan Dewasa. Tetapi kalau Kita hanya menginginkan Pujian dan sanjungan saja, Justru akan membuat kita lupa diri.”Pahitnya jamu justru menyehatkan”.

Berpikirlah positif, bahwa kritik adalah nasihat yang sangat kita butuhkan. Kita mendapat nasihat dari orang untuk memperbaiki diri kita. Tapi kalau memang seandainya Kritik itu tidak benar, kita juga tidak mesti Kebakaran Jenggot. Tetaplah berpikir positif bahwa itu adalah ujian Kesabaran.

Kesempatan bagi kita untuk Menyadari bahwa hidup kita bukan untuk mendapatkan Pujian dari orang lain. Tetapi hidup ini kita jalani semata untuk mencari Ridho ALLAH SWT.

Berdzikir

Saat Menghadapi kritik, Jagalah hati agar tidak terjebak dalam kemarahan. Caranya dengan Perbanyak Dzikir.Sadarilah bahwa diri kita semata hanyalah hamba ALLAH SWT. Mereka yang mengkritik juga hamba-Nya. Semua yang terjadi adalah atas izin ALLAH SWT. Ini semua ujian dari-Nya. Rasullulah SAW yang berakhlak mulia saja, pernah dituduh gila. Apalagi kita yang memang banyak kekurangan. Bahkan saat awal berdakwah di Thaif, beliau dilempari batu dan potongan besi. Menghadapi sikap orang orang yang berpaling itu, beliau kembalikan kepada ALLAH SWT. Beliau tidak mengutuk, beliau malah berdoa untuk meraka

Dengan Berdzikir kepada-Nya, hati pun akan tenang. Ada energi positif masuk kedalam jiwa. Saat Berdzikir, kita melakukan hubungan dengan ALLAH SWT.

Berdzikirlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat (melimpahkan rahmat dan ampunan) kepadamu.” (Al Baqarah[2]:152).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s