BKKBN bekerja sama dengan STIKes BIGES kembangkan Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIK-M BIGES)

Polewali–BKKBN di Propinsi Sulawesi Barat telah bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di provinsi SULBAR ini untuk mengembangkan Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIK Mahasiswa) berkaitan dengan masalah kesehatan reproduksi, terutama berhubungan dengan bahaya prilaku seks di luar nikah.

PIK Mahasiwa ini berkaitan dengan Program Perencanaan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR), yang selama ini aktif dilakukan BKKBN. ”Tahap awal kemarin menjalin hubungan dengan kerjasama dengan STIKES BIGES Polewali, UNASMAN, AKPER YPP WONO, STIKES BBM, STIKES FATIMMAH Mamuju, STIKES ANDINI PERSADA, Dll

Berawal dari adanya data hasil studi Lembaga Studi Cinta dan Kemanusiaan serta Pusat Bisnis dan Humaniora Juli 1999-Juli 2002, yang menyebutkan 1.660 responden mahasiwa dari 16 perguruan tinggi — yang tinggal di rumah-rumah kos, 97,05 persen telah kehilangan keperawanannya saat kuliah. Memang ada yang membantah data itu, tapi setidaknya hasil studi itu bisa dipakai sebagai acuan untuk melakukan sesuatu untuk mencegah semakin berkembangnya seks di luar nikah di kalangan remaja.

Ada pula data dari Komnas Perlindungan Anak Tahun 2008 yang menyebutkan 62,7 persen anak sekolah menengah atas mengaku sudah tak perawan lagi. Dan 22 persen diantaranya mengaku pernah melakukan aborsi.

Selain itu, ada data tahun 2005 yang menyebutkan para remaja di lima kota besar di Indonesia, sekitar lima puluh persen remaja yang dilibatkan dalam penelitian mengaku pernah melakukan hubungan seksual — menyatakan dirinya tak perawan lagi. ‘Dan hal tersebut sudah sampai pada tingkat yang menyedihkan, dan berkaitan dengan generasi penerus bangsa.

Apalagi biasanya, prilaku ini nantinya berhubungan pada penyalahgunaan narkota, dan juga menjurus pada tindakan aborsi. Pelakunya juga rentan terkena penyakit HIV/AIDS. 3,2 juta pecandu nakorban di Indonesia, 75 persen di antaranya adalah remaja 15-29 tahun.

Saat ini juga di Indonesia sudah ada 19 ribu penderita AIDS di Indonesia, dan 53 persen diantara mereka adalah remaja.

Untuk mencegah berkembangnya prilaku menyimpangn ini, BKKBN lalu memprakarsai kegiatan PIK ini, yang intinya oleh mereka (mahasiwa) dari mereka dan untuk mereka. ‘Para remaja ini, melalui program ini, di didik untuk mengenal isu-isu berkaitan dengan kesehatan reproduksi, sehingga mereka bisa menularkan pengetahuan tersebut kepada rekan-rekan sebayanya

Saat ini, yang sudah banyak terbentuk adalah PIK di luar kampus dan organisasi remaja luar sekolah dan kini BKKBN Propinsi Sulbar ingin mengembangkan program itu ke kampus-kampus. Kita berharap dengan adanya PIK Mahasiswa ini dapat mencegah meningkatnya prilaku seks bebas di kalangan mahasiswa. Mereka juga bisa diajak mengerti tentang pentingnya kesehatan reproduksi serta merencanakan pernikahan untuk masa depan mereka.

5 Tanggapan

  1. 1 . metode kasus
    2 . karna kurang tenaga perawat untuk memenuhi kekurangan perawat, para manejer sering merekrut lebih banyak perawat dengan latar belakang persiapan pendidikan kurang daripada perawat propesional dan pemberian asuhan keperawatanuntuk satu atau beberapa klien oleh sat6u orang perawat pada saat bertuga atau jaga pada waktu tertentu sampai klien pulang
    3 . kelebihan: perawat lebi memahami kasus perkasus,sistem evaluasi dari manajerial menjadi lebi muda, dan kebutuhan pasien terpenuhi
    kekurangan: membutuhkan banyak tenaga, beban kerja tinggi terutama jika jumlah klien banyak sehingga tugas rutin yang sederhana terlewatkan, dan perlu tenaga yang cukup banyak dan mempunyai kemampuan dasar yang sama

  2. 1.Metode Kep Primer.
    2.Alasannya: Pd metode ini memiliki hubungan yang dekat dan berkesimambungan antara klien dan perawat.perawat primer bertanggung jawab untuk mengadakan komonikasi dan koordinasi dalam merencanakan asuhan keperawatan dan juga membuat rencana kepulangan pasien jika diperlukan.dimana metode keperawatan primer memilikikelebihan dan kekurangan,yaitu;a.kelebihan;-bersifat kontinuitas dan komprehensif.-metode ini mendapatkan akuntabilitas yang tinggi terhadap hasil dan pengembangan diri.-dimana keuntungan lain terhadap pasien,perawat,dokter,dan rumah sakit.b.kelemahan;hanya dapat dilakukan oleh perawat yang memiliki pengalamandan pengetahuan yang cukup.serta mampu mengambil keputusan yang tepat dan mampu berkolaborasi.

  3. nama :rusman ali
    nim 31500507039

    1. metode pungsional
    2.alasan :karena metode ini pengorganisasian tugas pelayanan keperawatan yang didasarkan kepada pembagian tugas menurut jenis pekerjaan yang dilakukan.
    3.kelebihan :• Perawat terampil untuk tugas /pekerjaan tertentu.
    • Mudah memperoleh kepuasan kerja bagi perawat setelah selesai tugas.
    • Kekurangan tenaga yang ahli dapat diganti dengan tenaga yang kurang berpengalaman untuk satu tugas yang sederhana.
    *kekurangan :• Pelayanan keperawatan terpilah-pilah atau total sehingga proses keperawatan sulit dilakukan.
    • Apabila pekerjaan selesai cenderung meninggalkan klien dan melakukan tugas non keperawatan.
    • Kepuasan kerja keseluruhan sulit dicapai dan sulit diidentifikasi kontribusinya terhadap pelayanan.

  4. nama :edy miswar
    nim : 315005070
    keperawatan A

    1. Metode yang paling cocok dan ideal untuk digunakan pada ruangan tersebut adalah metode kelompok.Sebab
    dalam Pembentukan kelompok ,dilakukan penentuan kedudukan masing-masing anggota (siapa yang menjadi ketua atau anggota). Interaksi yang terjadi suatu saat akan memunculkan perbedaan antara individu satu dengan lainnya sehingga timbul perpecahan (konflik).Namun Perpecahan yang terjadi bisanya bersifat sementara karena kesadaran arti pentingnya kelompok tersebut, sehingga anggota kelompok berusaha menyesuaikan diri demi kepentingan bersama. .
    *Adapun keuntungannya adalah:

    •• Keterbukaan antar anggota kelompok untuk memberi dan menerima informasi & pendapat anggota yang lain.
    • Kemauan anggota kelompok untuk mendahulukan kepentingan kelompoknya dengan menekan kepentingan pribadi demi tercapainya tujuan kelompok
    • Adapun kekurangannya adalah:
    Kelemahan pada kelompok bisa disebabkan karena waktu penugasan, tempat atau jarak anggota kelompok yang berjauhan yang dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas pertemuan.

  5. Sya sgt brhrp dgn adax pik mahasiswa ini qt dpt memanfaatkanx dgn baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s