STRUKTUR PENGETAHUAN ILMIAH

By. Ns. Andan S.Kep
Struktur Pengetahuan Ilmiah
Pada hakikatnya pengetahuan ilmiah suatu disiplin keilmuan dapat dibedakan antara pikiran dasar yang melandasi suatu pemikiran dan tubuh pengetahuan teoritis yang dibangun di atas pikiran dasar tersebut. Pikiran dasar itu pada pokoknya terdiri dari postulat, asumsi,dan prinsip.
Postulat merupakan anggapan tentang suatu obyek yang merefleksikan sudut pandang tertentu. Anggapan ini tidak terkait dengan kriteria benar atau salah melainkan dengan setuju atau tidak setuju denga postulat yang diajukan. Wawasan nusantara, umpamanya, adalah postulat bangsa Indonesia dalam memandang keberadaanya dalam bertanah-air berbangsa, dan bernegara.
Disebabkan oleh hakikatnya maka posulat merupakan anggapan yang tidak perlu diveripikasi secara enperis untuk menentukan benar atau salah. Ponstulat merupakan sudut pandang yang spesifik dari seorang ilmuwan dalam membangun tubuh pengetahuan teoretisnya. Setiap disiplin keilmuan mempunyai kemampuan ponstulat yang khas yang berbeda dengan disiplin keilmuan yang lain disebabkan cara pandang yang berbeda pula. meskipun obyek yang menjadi telaahanya adalah sama.
Disamping ponstulat terdapat anggapan lain yang berupa asumsi. Asumsi adalah pernyatan dasar tentang realitas yang menjadi obyek telaahan. Disebakan kaitanya dengan realitas yang bersifat empiris maka pernyataan itu harus diuji kebenaranya. Sering terdapat pendapat dikalangan ilmuan bahwa asumsi sudah tidak usah lagi diuji melainkan diterima begitu saja (taken for graned). Hal ini adalah sangat tidak menguntungkan sebab sebuah asumsi belum tentu benar atau cocok dengan suatu kondisi tertentu. Asumsi yang berbeda akan menghasilkan tubuh pengetahuan yang berbeda pula yang pada giliranya akan menghasilkan kesimpulan yang berbeda. Ilmu- ilmu social yang ada di Indonesia mengalami kemandekan dan impoten dalam menyelesaikan berbagi permasalahan disebkan ketidak mampuan ilmuan kita untuk menghasilkan posulat dan asumsi yang mencerminkan keadan di Indonesia.
Diatas postulat dan asumsi maka di bangun prinsip. Prinsip merupakan pernyatan dasar mengenai ‘tindakan’ atau ‘pilihan’. Prinsip ekonomi, umpanya, yang menyatakan tindakan manusia untuk ‘memperoleh kepuasan sebesar-besarnya dengan pengorbanan sekecil-kecilnya’ merupakan dasar atau landasan bagi kegiatan manusia selaku mahkluk ekonomi. Sebagai contoh lain, ‘pemberian obat secara rasional’ mungkin dapat di kategorikan sebagai prinsip dalam ilmu kedokteran.
Postulat, asumsi, dan prinsip ini digolongkan sebagai pikiran dasar dari sebuah pengetahuan ilmiah. Diatas pikiran dasar ini di bangun tubuh pengetahuan teoretis yang secara ekstensif mencoba mendeskripsikan, menjelaskan, memperediksikan, dan mengontrol berbagai gejala dari obyek telaahan sebuah disiplin keilmuan. Untuk mengembangkan tubuh pengetahuan teoritis ini sebuah disiplin keilmuan ‘meminjam atau menerapkan’ unsur pengetahuan dari berbagai disiplin ke ilmuan yang lain. Ini adalah hal yang wajar yang biasa di lakukan. Masalahnya bahwa sebuah di siplin ke ilmuan yang mandiri harus bisa menentukan pengetahuan mana yang bersifat ‘khas milik disiplinya’ dan mana yang di pinjam atau di terapkan’ dari disiplin keilmuan yang lain.
Sebuah disiplin keilmuan yang mandiri harus mempunyai perangat pikiran dasar utama yang bersifat khas yang memberikan ‘payung’ atau ‘kerangka konsetual yang bersifat makro’. Kerangka konseptual yang bersifat makro ini di kembangkan pada tingkat tubuh pengetahuan teoritis yang bersifat khas pula. Baru dalam mengisi kerangka konseptual yang bersifat makro ini kita dapat meminjam atau menerapkan unsur pengetahua dari disiplin lain sesuai dengan kebutuhan. Ilmu ‘manajemen, umpanya, meminjam teori motivasi dari psikologi untuk mengkaji hubungan antara kebutuhan dan tindakan manusia dalam konteks manajemen. Demikian pula ilmu keperawatan meminjam unsur pengetahuan dari mikrobiologi sebagai dasar bagi tindakan keperawatan yang bersifat higienis. Dipihak lain ilmu ke dokteran meminjam pengetahuan dari mikrobiologi untuk tujuan yang lain umpanya untuk diagnosis dan terapi. Hal ini dapat memberi gambaran bahwa pinjam-meminjam antara pengetahuan adalah biasa dan tidak menimbulkan anarki serta kebingungan selam kita bisa mengidentipikasikan kerangka konseptual makro yang merupakan payung bagi penyusunan tubuh pengetahuan teoritis masing-masing. Ilmu keperawatan juga meminjam teori motivasi dari psikologi dan hal ini tidak menimbulkan kebingungan ilmu manajemen sebab kerangka konsptual makro kedua disiplin ini berbeda oleh sebab itu penerapanya berbeda pula.

Karakteristik Spesifik Ilmu Keperawatan
Berdasarkan rambu-rambu yang telah kita telah kita sebutkan terdahulu maka kita akan mencoba merinci karakteristik yang bersifat spesifik dari ilmu keperawatan. Menurut internacional council of nurse (1973) maka:*
The unique function of the nurse is to assist the individual, sick or well, in the performance of those activities contributing to health or its recovery (or to peaceful death) that the would perform unaided if he had the necessary strength, will or knowledge
Dari pernyataan di atas maka kita bias memformulasikan obyek material ilmu keperawatan sebagai manusia yang tidak dapat berfungsi secara sempurna dalam kaitannya dengan kondisi kesehatan dan proses penyembuhan dan obyek forma sebagi bantuan terhadap individual yang tidak dapat berfungsi secara sempurna dalam kaitan dengan kondisi kesehatan dan proses penyembuhan.
Postulat yang kita ajukan adalah bahwa manusia yang tidak dapat berfungsi secara sempurna dalam kaitan denga kondisi kesehatan dan proses penyembuhan mempunyai seperangkat kebutuhan. Untuk menjabarkan lebih jauh mengenai kebutuhan tersebut maka kita mengajukan asumsi bahwa manusia yang tidak dapat berfungsi dalam kaitan dengan kondisi kesehatan dan proses penyembuhan merupakan makhkluk biopsikososial dan spiritual. Selanjutnya di atas postulat dan asumsi dan prinsip ini. Kita dapat mengembangkan prinsip bahwa bantuan yang efektif terhadap individu yang tidak dapat berfungsi secara sempurna dalam kaitan dengan kondisi kesehatan dan proses penyembuhan merupakan pendekatan biopsikososial dan spiritual secara holistic dan optimal .
Marilah kita menilai secara jujur ketiga proposisi mengenai pikiran dasar ini untuk menentukan apakah semua ini khas bersifat ilmu kerawata atau ‘milik’ disiplin pengetahuan yang telah ada. Secara sepintas lalu mungkin terlintas dalam pikiran kita bahwa pernyataan seperti manusia mempunyai kebutuhan seakan-akan mirip denga ponstulat ilmu ekonomi yang mempelajari bagaimana manusia memenuhi kebutuhanya. Demikian juga mahkluk biopsikososial dan spiritual ‘mungki saja telah di pergunakan oleh di siplin lain. Kedua hal ini mungkin saja terjadi tetapi tidak mengurangi sifat khas ilmu keperawatan sebab baik kebutuhan manusia mupun sifat biopsikosoial dan spiritual dikaitkan dengan konteks tertentu yakni ‘manusia yang tidak dapat berfungsi secara sempurna dalam kitan dengan kondisi kesehatan dan proses penyembuhan. Perbedaan konteks ini akan menyebabkan perbedaan subtansi dan pada giliranya akan akan menyebabkan perbedaan kerangka konseptual makro yang disusun.
Kerangka konsep ilmu keperawatan baik makro maupun mikro menyangkut hanya salah satu aspek dari ilmu keperawatan, telah di kembangkan sejak tahun 1950-an dan simposium mengenai teori ilmu keperawata dilakukan pertama kali tahun 1966. Dalam selang waktu pertengahan dekade 70-an teori ilmu keperawatan berkembang dengan pesat sekali, dan pada decade 80-an terdapat ‘revival’ dari llmu keperawatan tersebut. Dari data ini dapat di simpulkan bahwa ilmu keperawan sebagai disiplin keilmuan mempunyai latar belakang yang solid’.
Pendidikan keperawatan diluar negeri pada umumnya sudah seluruhnya mencakup program S-1 (Bachelor) dan Asociate degree S-2. Di amerika serikat pada tahun 1977-1978 saja sebanyak 31,1% perawat merupakan lulusan S-1, sehingga pada saat ini dimungkinkan seluruh perawat di amerika sudah berpendidikan minimal S-1. Data ini sengaja di kemukakan untuk memacu Indonesia untuk lebih meningkatkan tingkat pedidikan keperawatan dalam rangka menigkatkan mutu pelayanan dibidang kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s