Panduan RJP Terbaru 2010 AHA: Dahulukan Kompresi Dada

The American Heart Association (AHA) mengeluarkan panduan untuk melakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru) terbaru. Rekomendasi terbaru menunjukkan bahwa penolong harus lebih berfokus pada kompresi dada ketimbang pernapasan buatan melalui mulut.

Panduan terdahulu (2005) menekankan pada penanganan “ABC” (Airway, Breathing, Chest Compression) yaitu dengan melakukan pemeriksaan jalan napas, melakukan pernapasan buatan melalui mulut, kemudian memulai kompresi dada. Panduan terbaru (2010) yang dikeluarkan oleh AHA lebih menekankan pada penanganan “CAB” (Chest Compression, Airway, Breathing) yaitu dengan terlebih dahulu melakukan kompresi dada, memeriksa jalan napas kemudian melakukan pernapasan buatan. Panduan ini juga mencatat bahwa pernapasan buatan melalui mulut boleh tidak dilakukan pada kekhawatiran terhadap orang asing dan kurangnya pelatihan formal. Sebenarnya, seluruh metode ini memiliki tujuan yang sama, yaitu membuat aliran darah dan oksigen tetap bersirkulasi secepat mungkin. Baca lebih lanjut

KDK: Konsep Dasar Keperawatan Gerontik

KONSEP DASAR KEPERAWATAN GERONTIK

PENGERTIAN
Ilmu + Keperawatan + Gerontik
•Ilmu : pengetahuan dan sesuatu yang dapat dipelajari
•Keperawatan : konsisten terhadap hasil lokakarya nasional keperawatan 1983
•Gerontik : gerontologi + geriatrik
•Gerontologi adalah cabang ilmu yang membahas/menangani tentang proses penuaan/masalah yang timbul pada orang yang berusia lanjut.
•Geriatrik berkaitan dengan penyakit atau kecacatan yang terjadi pada orang yang berusia lanjut.
•Keperawatan Gerontik : suatu bentuk pelayanan profesional yang didasarkan pada ilmu dan kiat/teknik keperawatan yang berbentuk bio-psiko-sosio-spritual dan kultural yang holistik, ditujukan pada klien lanjut usia, baik sehat maupun sakit pada tingkat individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.

Baca lebih lanjut

KDK: Konsep Dasar Nyeri

Pengertian nyeri

Nyeri didefinisikan sebagai suatu keadaan yang mempengaruhi seseorang dan ekstensinya diketahui bila seseorang pernah mengalaminya (Tamsuri, 2007).

Menurut International Association for Study of Pain (IASP), nyeri adalah sensori subyektif dan emosional yang tidak menyenangkan yang didapat terkait dengan kerusakan jaringan aktual maupun potensial, atau menggambarkan kondisi terjadinya kerusakan


Fisiologi nyeri

Reseptor nyeri adalah organ tubuh yang berfungsi untuk menerima rangsang nyeri. Organ tubuh yang berperan sebagai reseptor nyeri adalah ujung syaraf bebas dalam kulit yang berespon hanya terhadap stimulus kuat yang secara potensial merusak. Reseptor nyeri disebut juga nosireceptor, secara anatomis reseptor nyeri (nosireceptor) ada yang bermielien dan ada juga yang tidak bermielin dari syaraf perifer. Baca lebih lanjut

MAU DI BAWA KEMANA KEPERAWATAN???

PROSPEK LULUSAN PERAWAT (DIPLOMA III KEPERAWATAN & NERS) DI INDONESIA

Profesi perawat di Indonesia pada 10 tahun terakhir ini menjadi profesi yang menarik untuk disimak.

Fenomena pertama adalah semakin terbukanya kesempatan dan tawaran bekerja di Luar negeri (negara Timur Tengah dan Eropa).

Fenomena Kedua adalah semakin meningkatnya animo masyarakat menyekolahkan anaknya di Akademi keperawatan (AKPER).

Dan fenomena yang ketiga adalah semakin menjamurnya Pendidikan Keperawatan (setingkat Diploma III) di Indonesia.

Pertanyaan yang timbul adalah bagaimana prospek lulusannya, apakah mereka memang merupakan lulusan yang berkualitas dan siap bersaing untuk bekerja di Luar negeri. Hal ini didasarkan sangat sedikit sekali kesempatan untuk menjadi PNS dan keterbatasan Institusi untuk menerima para lulusan Perawat tersebut. Memang kalau kita membahas siapa yang salah, tidak akan pernah ada habisnya. Hal utama yang harus dipikirkan adalah bagaimana memberikan solusi terbaik, agar para lulusan perawat tersebut mempunyai prospek yang jelas di hari esok. Baca lebih lanjut

DASAR PENGUKURAN TINGKAT KESADARAN DENGAN GLASGOW’S COMA SCALE (GCS)

DASAR PENGUKURAN TINGKAT KESADARAN DENGAN GLASGOW’S COMA SCALE (GCS)

Skala Koma Glasgow
Membuka Mata
RESPON SCORE KET CONTOH
Spontan 4 Membuka mata dengan panggilan Mas…. (Klien langsung membuka matanya)
Dengan perintah 3 Membuka mata dengan perintah yang diperintahkan Mas….. Buka matanya (Klien baru membuka matanya
Dengan rangsang nyeri 2 Membuka mata bila ada rangsang nyeri Klien dicubit baru membuka matanya
Tidak Ber respon 1 Tidak membuka mata saat ada rangsang apapun

Eye Respons

Respon Verbal
RESPON SCORE KET
Berorientasi 5 Menjawab pertanyaan tentang orientasi waktu, lingkungan, orang, tempat dengan benar
Bicara membingungkan 4 Menjawab pertanyaan sesuai pertanyaan tetapi jawaban tidak sesuai dengan kenyataan / jawaban di luar pertanyaan
Kata-kata tidak tepat 3 Menjawab pertanyaan tidak sesuai dengan pertanyaan tetapi jawaban membentuk satu satu kalimat
Suara tidak dapat dimengerti 2 Menjawab dengan tidak membentuk kalimat / kata
Tidak berespons 1 Tidak ada respon

Verbal Respons

Respon Motorik
RESPON SCORE KET:
Dengan perintah 6 Mengankat anggota badan sesuai dengan perintah kita
Melokalisasi nyeri 5 Mengankat anggota badan yang dirangsang nyeri
Menarik area yang nyeri 4 Mengangkat dengan cepat dan menghindar bagian yang dirangsang nyeri
Fleksi abnormal 3 Menarik flexi anggota badan yang dirangsang nyeri
Ekstensi 2 Menarik extensi anggota badan yang dirangsang nyeri
Tidak berespons 1 Tidak ada respon

Motorik Respons

PROSEDUR PENGUKURAN SUHU

Nilai hasil pemeriksaan suhu merupakan indikator untuk menilai keseimbangan antara pembentukan dan pengeluaran panas. Nilai ini akan menunjukkan peningkatan bila pengeluaran panas meningkat.

Pengukuran Suhu

Kondisi demikian dapat juga disebabkan oleh vasodilatasi, berkeringat, hiperventilasi dan lain-lain. Demikian sebaliknya, bila pembentukan panas meningkat maka nilai suhu tubuh akan menurun.

Kondisi ini dapat dilihat pada peningkatan metabolisme dan kontraksi otot. Pengukuran suhu tubuh dapat dilakukan secara oral, rektal dan aksila.

TUJUAN TINDAKAN

Pengukuran suhu tubuh dilakukan untuk mengetahui rentang suhu tubuh.

Alat dan Bahan

  1. Termometer
  2. 3 buah botol:
     

    • Botol 1 berisi larutan sabun
    • Botol 2 berisi larutan desinfektan
    • Botol 3 berisi air bersih
  3. Bengkok
  4. Kertas / tissue
  5. Vaselin
  6. Buku catatan suhu
  7. Sarung tangan

Baca lebih lanjut

Mengatasi Tidur Mendengkur

DENGKURAN bukan hanya menganggu pendengarnya, si pendengkur pun sebenarnya terganggu. Tidak sempurnanya tidur akibat mendengkur akan memiliki efek rasa kantuk dan rasa lelah yang berlebihan di siang hari. Hal itu dapat diikuti dengan munculnya berbagai penyakit, seperti sakit kepala, darah tinggi, stroke, dan jantung.

Arthur Kotch, M.D., Direktur Kesehatan dari The Sleep Disorders Center di Rumah Sakit Danbury, Connecticut mengatakan bahwa dengkuran mengindikasikan terganggunya pernafasan seseorang.
Mendengkur merupakan salah satu gejala utama dari Obstructive Sleep Apnea (OSA), yakni apnea dan hipopnea yang berlangsung saat tidur akibat sumbatan pada saluran napas atas. Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 113 pengikut lainnya.