SOAL UTS METLIT

9 11 2009

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN

STIKes BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)

Mata Kuliah       : Metodologi Penelitian

Dosen              : Andan Firmansyah, S.Kep., Ners.

Hari/Tanggal      : Senin / 9 November 2009

Peraturan          : – Open Book!!

 

Penyakit diare di Indonesia masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang harus mendapat perhatian karena sering tingginya morbiditas. Adapun tingginya angka kejadian penyakit diare disebabkan oleh karena beberapa faktor antara lain kesehatan lingkungan yang belum memadai, keadaan gizi, kepadatan penduduk, tingkat pendidikan, keadaan sosial ekonomi, dan perilaku masyarakat yang belum mendukung upaya perbaikan lingkungan khususnya penyediaan air bersih.

Dalam standar morbiditas sarana kesehatan nasional 2005. Diare termasuk dalam peringkat V yaitu termasuk golongan gangguan saluran cerna.

Diare adalah buang air besar dengan frekuensi yang tiada normal (meningkat) dan konsistensi tinja yang lebih lembek atau cair. Sedang pada diare akut adalah buang air besar dengan frekuensi yang meningkat dan konsistensi tinja yang lebih lembek, atau cair dan besifat mendadak, datangnya dan berlangsung dalam waktu kurang dari 2 minggu.

Dalam kasus diare ini juga dapat dipengaruhi beberapa faktor lingkungan misalnya saja air, karena dalam air juga terdapat beberapa macam bakteri phatogenik organisme yang dapat mendukung terjadinya keadaan diare. Misalnya saja sighella dysentriae, salmonella typhi, salmonella paratyphi, virus kolera.

Menurut data dari penyakit diare ini termasuk dalam 10 besar penyakit yang dimana telah dilaporkan adanya 146 kasus pada kelompok remaja sekitar 53 % dan kelompok umur dewasa juga sebanyak 153 kasus atau sekitar 55 % dan sisanya pada umur anak – anak.

Hal ini masih dapat terjadi karena didesa Lampa kecamatan mapilli tersebut sebagian besar penduduknya masih menggunakan air sungai untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

 

  1. Apa judul yang paling tepat untuk kasus diatas?
  2. Apakah Rumusan masalah yang paling tepat!
  3. Buatlah Tujuan Penelitiannya ( umum dan khusus )
  4. Buat pula Manfaat penelitiannya

 

Bacalah Abstraksi Berikut dan jawab pertanyaan no 5-10 !

Akhir-akhir ini kasus gizi buruk di Indonesia meningkat tajam dan krisis ekonomi bukanlah satu-satunya faktor penyebab timbulnya masalah gizi buruk. Banyak faktor lain yang dapat menjadi pencetus terjadinya giji buruk. Karena itu penanggulangan masalah gizi buruk seyogyanya memperhatikan semua aspek pencetus yang berpengaruh timbulnya masalah tersebut, termasuk penyakit yang diderita oleh balita gizi buruk. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai pola penyakit pada balita gizi buruk. Penelitian ini bersifat retrospektif dengan menggunakan data pengunjung klinik tahun 2006 – 2007. Dari 508 kasus gizi buruk 52,2 persennya adalah anak perempuan dan 47,8 persennya dialami oleh anak laki-laki.

 

  1. Apa judul yang cocok untuk abstraksi diatas?
  2. Jenis/Metode penelitian apa yang cocok untuk penelitian diatas?
  3. Buat Kerangka konsep penelitian diatas
  4. Apa yang dimaksud dengan Variabel? Dan sebutkan variabel yang terdapat pada penelitian diatas?
  5. Apa yang dimaksud dengan populasi? Dan siapa populasi pada abstraksi diatas?
  6. Apa yang dimaksud dengan sampel? Dan berapa sampel pada abstraksi diatas? ?

 

 

 

 

Visit us at: http://www.aandan.co.cc





MENYIAPKAN TEMPAT TIDUR

19 06 2009

MENYIAPKAN TEMPAT TIDUR

  1. Pengertian

Merupakan tindakan keperawatan kebersihan lingkungan dalam mempersiapkan tempat tidur bagi klien.

  1. Tujuan
    1. Mempersiapkan tempat tidur agar siap pakai
    2. Memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pasien.
  1. Alat dan bahan
    1. Tempat tidur, kasur dan bantal
    2. Seprei besar
    3. Seprei kecil
    4. Sarung bantal
    5. Perlak
    6. Selimut
  1. Prosedur kerja
    1. Cuci tangan
    2. Atur tempat tidur, kasur, dan bantal.
    3. Pasang seprei besar dengan garis tengah lipatan tepat ditengah kasur/tempat tidur
    4. Atur sisi kedua samping seprei atau tempat tidur dengan sudut 90 derajat, lalu masukkan kebawah kasur
    5. Pasang perlak ditengah tempat tidur
    6. Pasang seprei kecil diatas perlak
    7. Lipat selimu menjadi empat secara terbalik dan pasang bagian bawah. masukkan ujung selimut ke bawah kasur.
    8. Pasang sarung bantal
    9. Cuci tangan.

(Sumber; Azis Alimul Hidayat, S.Kp; Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia)





MEMINDAHKAN PASIEN DARI TEMPAT TIDUR KE BRANGKAR

19 06 2009

MEMINDAHKAN PASIEN DARI TEMPAT TIDUR KE BRANGKAR

  1. Pengertian:

Adalah memindahkan pasien yang mengalami ketidakmampuan, keterbatasan, tidak boleh melakkukan sendiri,  atau tidak sadar dari tempat tidur ke brankar yang dilakukan oleh dua atau tiga orang perawat.

  1. Tujuan:

memindahkan pasien antar ruangan untuk tujuan tertentu (misalnya pemeriksaan diagnostik, pindah ruangan, dll.)

  1. Alat dan Bahan :
    1. Brankar
    2. Bantal bila perlu
  1. Prosedur :
    1. Ikuti protokol standar
    2. Atur brankar dalam posisi terkunci dengan sudut 90 derajat terhadap tempat tidur
    3. Dua atau tiga orang perawat menghadap ke tempat tidur/pasien
    4. Silangkan tangan pasien ke depan dada
    5. Tekuk lutut anda , kemudian masukkan tangan anda ke bawah tubuh pasien
    6. Perawat pertama meletakkan tangan dibawah leher/bahu dan bawah pinggang, perawat kedua meletakkan tangan di bawah pinggang dan panggul pasien, sedangkan perawat ketiga  meletakkan tangan dibawah pinggul dan kaki.
    7. Pada hitungan ketiga, angkat pasien bersama-sama dan pindahkan ke brankar
    8. Atur posisi pasien, dan pasang pengaman.
    9. Lengkapi akhir protokol

Sumber;

Perry, Peterson, Potter; Buku Saku Keterampilan dan Prosedur Dasar

Azis Alimul Hidayat, S.Kp; Buku Saku Praktikum KDM